17 April 2012

Hutan Aokigahara, Hutan Favorit untuk Bunuh Diri di Jepang

hutan aokigahara 1 Hutan Aokigahara, Hutan Favorit untuk Bunuh Diri di Jepang
Tergila.com – Hutan Aokigahara adalah sebuah tempat yang indah. Sayang, lebih dari 100 jasad orang yang bunuh diri ditemukan di dalamnya per tahun, membuat suasana hutan jadi mencekam.
Hutan lebat di kaki Gunung Fuji, Jepang, itu memang jadi lokasi favorit orang yang putus asa dan ingin mengakhiri hidup mereka sebab tempat tersebut indah dan sunyi. Ini jadi semacam tren di Jepang.
Banyaknya pepohonan membuat cara bunuh diri yang sering dipilih adalah gantung diri. Yang lain memilih cara selain itu semisal minum racun atau melompat dari ketinggian. Hal tersebut membuat korban sering tidak ditemukan sebab tertutup oleh daun kering yang banyak gugur.
Azusa Hayano, seorang peneliti dan penjaga hutan tersebut telah mempelajari hal itu selama 30 tahun, dan masih belum bisa menemukan jawaban pasti mengapa banyak sekali orang Jepang yang melakukan hal tersebut.
Ia sering sekali menjadi penemu jenazah korban yang tergantung, atau berjumpa dengan orang yang nampak bingung serta putus asa.
hutan aokigahara 2 Hutan Aokigahara, Hutan Favorit untuk Bunuh Diri di Jepang
Kala sedang melakukan wawancara dengan beberapa wartawan yang ingin melihat lokasi hutan tersebut, mereka sempat menemukan beberapa pesan terakhir yang dipaku ke batang pohon, dari orang yang telah bunuh diri.
Atau sebuah tenda yang didirikan oleh seseorang yang masih ragu, apakah niat bunuh dirinya harus dilanjutkan atau tidak.
hutan aokigahara 3 Hutan Aokigahara, Hutan Favorit untuk Bunuh Diri di Jepang
Biasanya jika bertemu dengan orang seperti itu, Hayano akan mengajak bicara dan memberi nasehat positif pada mereka.
“Saya pikir orang ini disiksa oleh masyarakat,” katanya seperti dikutip Dailymail.
Jika dahulu persepsi bunuh diri dengan cara Harakiri merupakan hal yang dilakukan oleh para samurai untuk mati dengan terhormat, kini motif bunuh diri telah bergeser. Biasanya karena tekanan hidup yang keras serta tidak mampu mengikuti tuntutan hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar